Pengawal Presiden menggunakan Yamaha R1

Jakarta – Hampir satu tahun ini anggota rangkaian iring-iringan kendaraan RI1 bertambah. Yaitu dua unit sepeda motor gede warna hitam legam.

Duo si Hitam tersebut tampil beda dibanding dengan moge pengawal lain rombongan yang bercat putih. Tapi sekaligus membuatnya tidak mencolok di sela-sela keramaian lalu lintas.

“Ini Yamaha FZ1 1.000 cc,” kata seorang polisi anggota patroli pengawal.

Jika ditelusuri, motor konsep streetfighter yang merupakan versi naked dari Yamaha R1 ini memiliki tenaga dahsyat. Dengan pelintiran selongsong gasnya, mesin 998cc, liquid-cooled, 20 katup, DOHC, in-line four-cylinder-nya bisa menyemburkan daya hingga 150 bhp.

Penampakan penunggang moge kelas super sport itu pun berbeda dibanding rekan-rekan sejawatnya sesama pengawal.

Bukannya berseragam PM atau Polri, pengendara yang berboncengan di dua moge itu mengenakan racing suit komplit dengan sepatu dan helm berwarna hitam legam.

“Mereka dari Pampaspres, Matan (Penyelamatan),” kata pria yang tidak mau jadi tenar ini.

Sebagai tim Matan, tugas empat penunggang dua moge hitam itu adalah menyelamatkan RI1 bila sampai terjadi ‘apa-apa’ di jalan. Utamanya melarikan secepatnya RI1 dari lokasi kejadian menuju ke tempat aman.

Pengadaan dua unit moge khusus evakuasi ini, sepengetahuannya menyusul terungkapnya rencana aksi terorisme yang ditujukan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Terutama serangan bersenjata yang memang besar peluangnya menimpa iring-iringan kendaraan.

Benar bahwa mobil kenegaraan yang RI1, RI2, RI3 dan RI4 anti peluru. Tetapi dalam konteks pengamanan, maka selalu yang diperhitungkan adalah segala kemungkinan terburuk.

“Makanya dipilih sepeda motor, jadi bisa lincah nyelap-nyelip di Jakarta. Pakai mobil sekencang apa pun, mandeg juga kalau kena macet,” jelasnya.

Di lingkup ASEAN, pengamanan serupa terlebih dahulu diterapkan oleh Malaysia. Bedanya dua unit moge yang digunakan di sana lebih gambot, yaitu BMW 1.300 cc.

11 May 2010
Pengukuhan Perwira Baru Paspampres

Setia Waspada” (26/4) Komandan Paspampres, Mayor Jenderal TNI Marciano Norman memimpin acara Tradisi Korps Pengukuhan tujuh pamen baru beserta keluarganya menjadi anggota Paspampres. Acara pengukuhan dilaksanakan di Ruang Hening Mako Paspampres Jalan Tanah Abang 2 pukul 08.00. Hadir pula dalam acara tersebut Ibu Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang BS II Paspampres Ibu Triwati Pancaningsih Marciano Norman.

Acara pengukuhan diawali dengan lagu Mars Paspampres dan dilanjutkan penghormatan kepada irup serta laporan perwira tertua dalam hal ini Asisten Logistik, Kolonel Infantri Sucianto bahwa acara pengukuhan siap. Pataka Paspampres memasuki tempat acara dan seluruh hadirin memberikan penghormatan. Selesai penghormatan ke empat pamen baru segera mengambil tempat untuk pengukuhan. Setelah pamen yang tertua laporan Komandan Paspampres memakaikan baret dan ID card baru sebagai tanda bahwa mereka telah resmi menjadi anggota Paspampres seperti dalam pernyataan yang dibacakan oleh Komandan Paspampres sebagai berikut:

“Pada hari ini, Senin tanggal 10 Mei 2010, saya atas nama seluruh warga Paspampres dengan ini secara resmi menerima dan menyatakan Kolonel Inf Eko Margiyono, M.A, Letnan Kolonel Inf Immanuel Ginting, Letnan Kolonel Inf Muhammad Fadjar dan Letnan Kolonel Kav Jala Argananto, M.A beserta keluarga sebagai warga Paspampres dengan ucapan selamat datang dan jadilah prajurit Setia Waspada”.

Selanjutnya secara bergiliran pamen yang telah dikukuhkan mencium bendera pataka di iringi lagu padamu negeri dengan organ tunggal dan pembacaan puisi. Acara pengukuhan diakhiri dengan lagu mars paspampres dan dilanjutkan dengan pemberian selamat dan ramah tamah.

Selesai mengukuhkan ke empat pamen baru Paspampres, Komandan mengadakan pengecekan motor yang dipakai dalam latihan Tim Matan kendaraan bermotor yang ditutup oleh Wadan Paspampres hari Jum’at (7/5) yang lalu. Kendaran yang dipakai saat latihan berjenis Honda Super Four (400cc) sedangkan yang dipakai dalam pengawalan sebenarnya berjenis Yamaha FZ1 (750cc). Dalam pengecekan tersebut komandan mengatakan bahwa kendaraan motor ini merupakan sarana mobilitas tambahan untuk menjamin keselamatan VVIP, khususnya Tim Matan Paspampres agar mampu melakukan tindakan preventif atau represif terhadap indikasi terjadinya gangguan dan hambatan yang mengancam rangkaian VVIP di perjalanan.

Kolonel Inf Eko Mardiyono calon Dan Grup A Paspampres secara resmi telah menjadi keluarga besar Paspampres usai dikukuhkan oleh Komandan Paspampres Mayjen TNI Marciano Norman.

Komandan Paspampres Mayjen TNI Marciano Norman melakukan pengecekan terhadap anggota Matan Motor serta perlengkapannya.

About these ads